Sunday, November 30, 2014

Jangan Jadi Cuek Gara-gara Online


Lanjutan dari postingan sebelumnya. Dulu saya anti Blackberry karena dicuekin suami asyik BBM an dengan teman-temannya. Trus janji gak mau pake BB. Eh, pas nyobain pake, malah ketagihan. *lupa sama janji*

Nah, apakah lantas saya membiarkan diri hanyut dalam dunia online? Niat suci nya sih enggak lah ya...berusaha keras tetap ingat kewajiban dan ingat dunia nyata. Walau terus terang godaan sangat berat.

Beberapa pertanyaan saya ajukan ke diri sendiri untuk rambu-rambu.

Apakah saya pernah merasa kesepian, stres atau cemburu ketika tidak bisa online beberapa saat, misal pas hp lowbat?

Apakah saya khawatir dan panik ketika hp ketinggalan di rumah?

Apakah saya lebih bahagia saat melihat timeline sosial media dibandingkan melihat tetangga saya? *hiks..hiks..sepertinya iya*

Online polling Newsbeat eksklusif dari web BBC menunjukkan bahwa sepertiga dari anak muda 15-18 tahun di Inggris merasa lebih bahagia secara online daripada yang mereka lakukan dalam kehidupan nyata. Bahaya dapat mengintai dari titik ini. para remaja tersebut rentan bujuk rayu penipuan.

Disebutkan juga, terlalu banyak waktu online dapat membuat seseoramg mudah cemas. Nggak heran, saya merasakan menjadi online dapat memprovokasi, membuat kritis tapi juga sekaligus membuat cemas.

Kerasa deh, terlalu banyak waktu online dapat merusak kemampuan sosial kita. Di angkutan umum semua orang melihat hp masing-masing, begitupun saya. Sampai-sampai ada tetangga duduk di sebelahpun baru menyadarinya pas turun di tempat yang sama. Maluuuuu!

Di sisi lain saya akui, kadang merasa lebih aman dan nyaman curhat dengan teman online yang baru kenal di komunitas facebook. Entahlah, kayaknya karena nyambung. Obrolan kami berawal dari hobi dan minat yang sama. Sebenarnya ini juga bentuk pengembangan kemampuan bersosial sih menurut saya. Karena bersosial melalui cara online dengan baik juga butuh latihan.

Bedanya dengan pertemuan fisik, saat online Anda tidak mendapatkan kontak mata dengan orang atau memahami bagaimana bahasa tubuh berubah, sehingga hasil apa yang dikatakan orang dapat disalahartikan. Soal kejujuran juga diragukan. Bukankah mata adalah jendela hati?

Kalau plus minus on line sudah kita ketahui, seharusnya bisa di-manage.

Cara untuk mengurangi waktu online.

Jika tanpa gadget ditangan memhuat anda kelimpungan, merasa ketiggalam update berita, merasa telah lama tidak bertegur sapa dengan teman di sosial media, saat anda melihat ulang apakah sudah over dosis dalam hal online.

Mulai "menyapih diri" adalah cara terampuh. Tentunya harus tega pada diri sendiri. Dalam hal ini saya membatasi diri memegang gadget hanya setelah masakan di rumah sudah tersaji dan anak-anak sudah mandi.  Bagaimana dengan anda?

3 comments:

  1. Fakta di lapangan begitu kayaknya
    Diajak ngomong respon asbun, seadanya krn asyik sama gadgetnya
    Tapi kalau yang bilang :"uang siapa ini jatuh", baru tersentak semuanya ahaha
    Salam sayang dari Jombang

    ReplyDelete
  2. betul mba orang yang lagi asik online suka cuek contohnya aja aku punya pacar misalnya sibuk terus bbm.an atau facebook.an dan gedget yang lain nya apalagi kalo sudah maen game onlin itu loh mba cuek nya ampuuuun di anggap kursi lah aku :(

    ReplyDelete
  3. emang benar gt mb, kalau uda online uda lupa ama yang disekitar, kayaknya hidup di dunia sendiri deh he...he............

    ReplyDelete

Sharing yuk pengalaman anda :)