Wednesday, December 24, 2014

RIP Blackberry-ku Masuk Mesin Cuci


Suatu minggu pagi yang cerah . Saatnya beres-beres rumah.
Saya memasak, suami mencuci. Pake mesin cuci tentunya. Cuci baju, cuci handuk, cuci sprei.

Beres memasak saya mencari-cari  Blackberry saya. Eh mana nih? Semua pasukan seisi rumah ikut mencari. Melongok pinggiran kasur, membuka dibalik-balik majalah yang berserakan. Nihil.

Seperti biasa selanjutnya ambil tindakan pamungkas untuk cek hp : Misscall ! dan ternyata yang terdengar nada tak aktif. Waduuh, habis baterai apa ya. Wong tadi pagi bangun tidur masih dipegang-pegang sambil nunggu mata bener-bener melek.

Baiklah, lanjut ke pekerjaan rumah. Suamiku memindahkan baju dari mesin cuci untuk dijemur.

Dan tiba-tiba dunia runtuh *lebay* rupanya Blackberry yang dicari-cari tadi ada diantara baju-baju yang telah bersih. Pantas tadi pas mesin cuci muter bunyi pletak-pletok kayak ada benda keras.


Rest In Peace Blackberry ku. Sudah 3 tahun menemaniku. Membuahkan banyak karya dalam genggaman. Diantaranya, saya pernah menuliskan 2 buku ensiklopedi dengan BB ini. Nulisnya keroyokan 3 orang sih, tapi tetap membuktikan ketangguhan si BB buat kejar deadline nulis. Btw, ensiklopedinya sendiri malah gagal terbit. *maaf, saya tidak melayani rasa penasaran*

Teringat beberapa waktu lalu suamiku membujuk "Saatnya ganti HP. Mau Blackberry atau Android?" katanya. Trus kujawab, "Ah, aku mau pake Blackberry ini sampai dia mati. Aku kan tipe setia" gitu selorohku. Hiks, rupanya kata-kataku diaminkan malaikat yang lewat ya. Beneran terjadi, Blackberry rusak total, dan artinya aku kudu ganti HP.

Kalau kecelup air beberapa detik mungkin mesinnya masih bisa diselamatkan ya. Tapi ini kecelup mesin cuci dan diputar selama 45 menit. Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan.

Ini penampakannya. Benar-benar tak tertolong lagi.  Untungnya (masih untung aja!) memory card dan simcard masih bisa terselamatkan. Jadi foto-foto dan contact masih tersimpan.

Setelah kejadian itu, setiap mau mencuci kami lebih teliti lagi cek setiap lipatan-lipatan baju dan sprei. Cek apakah semua hp kita masih ada pada tempatnya juga. 



Kejadian ini sekitar bulan Agustus 2014. Lupa tepatnya kapan. Tapi baru sanggup menuliskan sekarang, setelah kesedihan mereda. 
Terimakasih Blackberry ku.

2 comments:

  1. wah.. punya pengalaman yang hampir mirip... blackberryku juga baru saja meninggal, kejepit pintu... bikin postnya ahhhh... huhuhuhu

    ReplyDelete
  2. Jadi inget hape om aku mbak, dulu juga rusak gegara mesin cuci. Turut berduka cita ya mbak *lho?

    ReplyDelete

Sharing yuk pengalaman anda :)