Wednesday, May 7, 2014

HP Jadul Pertama Emak Siemen C30

Jaman baheula, 2001, pacarku sudah punya hp pertamanya. Beli baru, harga 3 jutaan. Merk Siemens S45. Doi nggak mau beli yang merk sejuta umat, demikian alasan milih seri itu.  Dan sejak saat itulah aku jadi pacar keduanya *curhat*

Tak lama kemudian, doi memintaku beli hp juga. Terpengaruh pacar, pengen ngincer merk Si Emen lagi. Tapi duit darimana? Uang jatah bulanan anak kos saja hanya 400 ribu sebulan. Sementara hp-hp baru harganya 2 juta ke atas. Belum lagi beli kartu perdana sekitar 500 ribuan.
Foto pinjam google.com




"Aku utangin deh," rayu pacar aku.

Kok utang sih, kirain dibeliin. Batinku.

"Ya udah, beneran ya aku utang. Nanti pas lebaran aku bayar. Biasanya dapat angpau dari sodara," jawabku.

"Tapi budgetnya nggak banyak. Cari hp second aja ya," lanjut pacarku.

Akupun setuju. Waktu itu belum banyak counter hp second seperti saat ini. Lagipula aku nggak pede ke counter hp. Takut ketauan budget minim.

Singkat kata, aku membeli hp dari teman kuliah.  Merk Siemens C30, warna biru dongker. Cukup ramping dan itu membanggakan banget karena saat itu semakin kecil hp semakin keren.

Kubeli dengan harga 600 ribu, uang pinjaman dari pacar. Kondisi HP cukup mulus, walaupun bukan second, mungkin third atau fourth atau fifth...yang penting tampak tangguh. 

Lampu layarnya merah. Tulisan hanya satu baris dan besar-besar. Jadi baca SMS seperti baca running text yang hanya sebaris-sebaris. Satu persatu kata melintas dari kanan ke kiri.

Untuk ringtone tidak banyak pilihan. Kupilih yang bunyinya paling oke menurutku, yaitu "Tuiiiit, tuiiiiiiiiiiit...!"


Foto pinjam google.com

Berkat hp ini pacaran semakin lancar dan langgeng. Tak ada lagi berantem karena salah satu kelamaan nunggu di pengkolan. Gara-garanya miskomunikasi beda waktu berangkat dari kos masing-masing. Sejak masing-masin pegang HP janjian jadi lebih tepat waktu. Nggak perlu SMS atau telpon, biar nggak menyedot pulsa. Cukup memanfaatkan fasilitas 3 detik pertama percakapan gratis. 

Penggunaan 3 detik pertama yang gratis ini butuh keahlian. Penelpon harus menyiapkan satu kata berdurasi kurang dari 3 detik yang langsung diucapkan begitu si penerima nyambung. Satu kata_putuskan_satu kata_putuskan. Penerima juga harus sigap. Memencet tombol terima saat HP sudah ditelinga. Jadi nggak ada kata terlewat. Gitu sampai dapat satu kalimat. Bahkan berkalimat-kalimat semalam suntuk rumpi bisa gratis asal sudah ahli misscall 3 detik. *nyengir*

Dan bisa ditebak, urusan pembayaran hutang HP ini pun berlarut-larut. Ya darimana aku bayarnya? Masih kuliah, belum ada penghasilan. Saat lebaranpun uang dari sodara nggak juga dibayarkan. Begitu ada uang aku tergoda beli baju dan sepatu hehehe... Kan biar tambah keren dan bikin pacar seneng *ngeles*

Untungnya aku dan pacarku itu menikah. Jadi nggak perlu bayar hingga saat ini.
 Dianggap lunas. Malah sudah kuganti dengan beberapa smartphone dari hasil ngeblog. Huaaaahahahaha...*bangga*

Semua foto dan video dalam postingan ini adalah hasil pencarian di google dengan kata kunci Siemen C30

No comments:

Post a Comment

Sharing yuk pengalaman anda :)