Wednesday, April 22, 2015

Food Photography On Location


Saya lihat-lihat, teman-teman blogger yang suka memajang foto-foto makanan diblognya itu makin keren-keren aja hasil fotonya. Kelihatan banget digarap dengan serius. Terlihat dari properti yang digunakan berganti-ganti dan oke punya.

Kelihatannya juga mereka suka memasak. Tulen.


Omelet di resto Ayam Cacah
Ayam goreng Galuga

Lha saya? Nggak seberapa bisa masak. Properti seadanya, piring mangkok hadiah dari beli diterjen *hihihi* Eh tapi latah pengen bisa foto-foto makanan.

Padahal sudah jelas untuk foto makanan yang paling penting adalah: ada makanannya.

Maka ide praktis pun dilakukan. Food Photography on location. Maksudnya, pas ke warung jangan lupa foto langsung ya makanannya.

Biar nggak mencolok tentu pake kamera smarthphone ya. Blitz saya matikan. Selain menghindari pantulan juga agar tidak menarik perhatian. Soalnya nggak semua resto suka makanannya difoto. Takut dicontek. Padahal kan niat kita baik ya.  Buat promosiin warung mereka :)

Untuk hasil maksimal saya gunakan mode ukuran gambar paling besar. Memang akan menyita memory storage sih, jadi harus rajin backup ke external harddisk. Agar warna makanan tampak lebih mencolok dan menimbulkan kesan lezat, saya pilih mode HDR (kaya warna).



Pengambilan gambar adalah saat makanan baru diantar pramusaji. Sebelum suami dan anak-anak menyerbu karena lapar. Jadi saya biasakan mengambil gambar cepat. Nggak sampai 30 detik per menu makanan. Segitu saja sudah ditunguin dengan tatapan memelas.

Biasanya sajian di warung sudah cantik ya. Propertinya sudah oke. Wajarlah, kan memang buat nyenengin pelanggan. Mejanya juga bagus-bagus.

Yang perlu diperhatikan kalau pesanan banyak meja penuh sehingga menu-menu lain menjadi background yang mengganggu. Tapi sebaliknya, sajian menu sebagai background malah jadi pemanis. Pastikan aja komposisinya rapi, sendok tidak mengahalangi makanan dan tidak ada tisu bertebaran. Bidikan sebaiknya menghindari penampakan tubuh anak-anak atau orang lain di seberang meja.

Perhatikan juga arah cahaya terbanyak. Jika posisi meja dekat jendela artinya anda harus duduk membelakangi jendela agar foto tidak back light. Kurang lebihnya hasil foto bisa diedit kemudian.

Ini dia contoh-contoh buruan saya.
Sekali lagi lakukan dengan cepat.


Sarapan di Padjadjaran Suite resort.
Agak backlight
Soto Bu Rahayu
Bola Tahu di Cimory. Cahaya dari kiri
Sate di resto Cimory

Yuk hunting lagi ^_^

11 comments:

  1. Kalau motret soto dan sejenisnya pasti deh lupa ngelap pinggiran mangkuk, jadinya ada banyak bintik-bintik di sekeliling mangkuk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan, gara-gara buru-buru keburu lapar jadinya gak sempat ngelap mangkok wkwkwk

      Delete
  2. cakep mak. itu sudah diedit atau aslinya mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak diedit, cuma dikasih watermark aja.

      Delete
  3. Mak Arin, mau kasih masukan ya...foto Soto Rahayu bisa ditambahini cahaya lagi tuh, jadi tekstur si soto bisa lebih kinclong.
    Nice post, as always ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Ratna, harusnya kugotong ke meja yang dekat jendela dulu...eh, anak-anak udah melototin duluan hihihi..

      Delete
  4. Aku juga pengen foto-foto makanan tapi kadang keburu lapar jadi yaaaaaa :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..iya. Kadang keburu dicomot trus dirapiin lagi

      Delete
  5. wah menggugah selera mbak ini... Sadaapp :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belinya di warung langgananku mbak...emang enak-enak

      Delete
  6. fotonya apik ,mbak, tinggal cropping sama anglenya aja...
    jgn terlalu banyak yg terpotong....
    Dedy@Dentist Chef

    ReplyDelete

Sharing yuk pengalaman anda :)