Sunday, March 27, 2016

MEA 2015 Telah Tiba, Selanjutnya Apa?

Sudah tau kan apa itu Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) ? Sebagian orang menyambut gempita, sepertinya lebih banyak yang deg-degan. Tinggal kita mau melihat sebagai gelas setengah kosong atau setengah penuh? Apakah MEA akan menjadi tantangan, atau peluang?

Implentasi MEA akan menjadi kesempatan yang baik untuk menggenjot perdagangan Indonesia karena hal-hal yang selama ini menjadi hambatan cenderung berkurang, atau bahkan menjadi tidak ada. Hal ini akan berdampak pada peningkatan ekspor, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan Indonesia.

Coba pikirkan jika tidak ada lagi hambatan arus barang, jasa, investasi, modal, serta skilled labour. Jika saja, semua itu dikuasai Indonesia. Harus dong!

Nah kan, mulai panik? Ayo jujur aja. Dampaknya buat rakyat apa?

Jangan heran jika di perkantoran mulai bermunculan tenaga kerja outsourcing berkewarganegaraan Thailand dan negara Asean lainnya, karena memang kehadiran mereka legal. Terus jangan kaget kalau kian menjamur produk-produk fashion dari Malaysia, Myanmar, Philipina. Apakah lantas para brand mulai mengambil jasa-jasa blogger dan content writer dari negara lain?

Makin panik? Tenang, di sisi lain produk-produk Indonesia juga semakin berhasil melakukan penetrasi ke pasar regional. Tinggal siapa yang lebih banyak berhasil menjual. Ada kemungkin blogger-blogger Indonesia lebih banyak yang bisa go international.

Duh, pusing ya. Kalau Emak Gadget bisa apa ya?

Sebagai individu, saya mati-matian nih meningkatkan skill. Bahasa Inggris yang segitunya saja kudu lebih sering dipakai. Ngomomg sama anak, Nginggris. Belanja sayur, Nginggris. *lebay* Ya minimal kudu tahu cara menulis surat dan mengerti isi surat perjanjian dalam bahasa Inggris. Baru lanjut ke latihan-latihan membuat tulisan dalam Bahasa Inggris. Atau mulai komentar-komentar di blog-blog bule. Hehehe.

Sebagai pengguna jasa, saya berusaha menggunakan jasa-jasa pribumi terlebih dahulu. Misalnya, pilih Bank Nasional, desain web order ke teman sendiri, hm, apalagi ya penggunaan jasa? Event Organizer, Kurir, Auditor dll. Sejauh ini memang masih berinteraksi dengan orang Indonesia sih. Belanja barang juga diutaman produk asli dalam negri. Buah, sayur daging pilih hasil lokal.

Dalam urusan gadget, well, sementara ini saya penggemar gadget dari Korea itu. Untungnya sekarang perakitannya sudah dilakukan di Indonesia.

Jangan malu-malu unduh produk lokal dan akui saja kalau memang bagus. Banyak kok kreasi anak bangsa yang keren-keren.

Jadi intinya seperti itu, menghadapi MEA bisa dengan upgrading diri, ditambah dengan menggunakan dan mempromosikan produk dalam negeri.

Udah ah, jangan terlalu panik. Kita bisa kok.

No comments:

Post a Comment

Sharing yuk pengalaman anda :)