Thursday, June 30, 2016

Membuka Jendela Dunia untuk Kabupaten Trenggalek



Inilah Trenggalek, kampung halaman saya. Mindset masyarakat yang terbangun puluhan tahun adalah Trenggalek sebagai kota yang tenang, damai, kecil dan terpencil. Bak mutiara terpendam. Tapi itulah yang membuat kami, anak-anak Trenggalek merasa rindu.

Pembangunan di Trenggalek berjalan "kalem". Kehidupan yang nikmat dan cukup. Tidak berlebih. Tidak hingar bingar. Saya suka itu. Anak-anak Trenggalek tumbuh dengan kondisi udara segar minim asap kendaraan. Mereka tumbuh dalam keramahan antar sesama warga, rasa tepo sliro yang tinggi, kesabaran, namun dibalik itu, mereka adalah kaum muda yang cerdas dan suka berkompetisi.

Walau dalam hal pembangunan berjalan pelan, anak-anak Trenggalek (baca: kaum muda) tidak main-main memperjuangkan sekolahnya. Rangking kelas masih menjadi tujuan penting dan kepintaran akademik menjadi kebanggaan. Target sekolah adalah sekolah negeri terbaik, agar kelak bisa bersaing masuk perguruan tinggi negeri. Untuk itu, anak-anak Trenggalek siap menambah ilmunya dengan bimbingan belajar di kota lain terdekat, seperti Tulung Agung dan Kediri, untuk menghadapi ujian nasional.

Semangat baru Trenggalek.
Akhir tahun 2015 telah dilantik Bupati Emil Dardak dan Wakil Bupati Mochammad Nur Arifin. Keduanya mempunyai visi untuk menggerakkan generasi muda Trenggalek dan menciptakan ruang-ruang kreatif untuk mereka. Dalam waktu yang belum ada setahun ini, Trenggalek telah berbenah dan lebih hidup. Beberapa ruang publik yang telah diciptakan. Beberapa festival kreasi juga telah digelar. Menurut Pak Emil, tidak bisa suatu daerah akan tumbuh tanpa dilandasi kreatifitas dan kepedulian kamu mudanya. 







Jendela Dunia untuk Trenggalek
Di Trenggalek sendiri, tidak cukup banyak toko buku. Setahu saya hanya ada 2 toko buku, itupun kecil dan sebagian besar menjual buku-buku pelajaran saja. Buku diluar pelajaran sekolah belum prioritas. Maklum, keterbatasan budget menjadikan daya beli kurang. Ada perpustakaan daerah, namun relatif sepi pengunjung. Ada perpustakaan sekolah juga, dengan buku-buku cukup baru, walaupun tidak selalu update setiap saat.

Kaum muda Trenggalek butuh lebih banyak jendela dunia. Impian saya sejak lama, dan belum terealisasi juga hingga saat ini adalah memiliki Rumah Baca yang terdiri dari 4 bagian utama, yaitu perpustakaan buku, perpustakaan digital, ruang kreasi dan diskusi, dan toko buku. Intinya saya ingin menyambut antusiasme kaum muda Trenggalek yang haus pengetahuan dengan menyediakan sumber bacaan yang murah dan lengkap.

Tidak mudah mewujudkan impian tersebut. Saya sadari kendala utama adalah modal. Dan kendala kedua adalah jarak, karena saya berdomisili di Bogor. Namun memelihara mimpi tidak ada salahnya kan? Semoga niat baik ini kelak terlaksana.

Secara garis besar skenario yang ingin saya tempuh ada beberapa tahapan, yaitu:

Tahap Perencanaan
  • Mencari lokasi. Diperlukan sebuah rumah, minimal seluas 200 meter persegi, atau lebih luas lebih baik. Dengan halaman parkir sepeda dan motor yang cukup. 
  • Mengajukan ijin usaha kepada Pemda Trenggalek.
  • Mencari modal, selain modal sendiri saya ingin mengandeng mitra usaha. Dalam hal ini adalah penerbit yang ingin memasarkan bukunya. Juga tidak menutup kemungkinan donatur atau sponsor yang satu visi dan misi dengan pembangunan Rumah Baca ini.
  • Mengadakan barang-barang yang diperlukan. Antara lain adalah buku baru dan bekas untuk perpustakaan, beberapa unit komputer untuk ruang baca digital, dan pasokan buku baru dari berbagai penerbit.
  • Menentukan aturan main untuk peminjaman buku fisik dan digital, serta menentukan tarif yang murah bagi pengunjung.
Tahap inisiasi :
  • Rekruitmen manajer dan pegawai untuk mengelola Rumah Baca.
  • Penyediaan komputer dan software untuk sistem manajemen dan kendali jarak jauh.
  • Publikasi dan promosi ke sekolah-sekolah dan kelurahan-kelurahan tentang adanya Rumah Baca ini.
  • Penerimaan tamu dan anggota perpustakaan. 
Tahap lanjut :
  • Menggandeng lebih banyak partner dan sponsor karena bisnis ini bukan murni bisnis profit, namun juga non profit. 
  • Mengembangkan luasan bangunan.
  • Membuka layanan mobil keliling tetap dengan 3 konsep yaitu menyediakan buku, informasi digital dan menjual buku baru. 
  • Peningkatan sistem manajemen dan pengadministrasian.
Rumah Baca impian (sumber foto)
Mengingat ini adalah bisnis jarak jauh, kontrol yang cepat dan akurat sangat diperlukan. Saya membutuhkan minimial 4 buah All in One ASUS, dua untuk tamu Rumah Baca, satu untuk tim manajemen di Trenggalek dan satu untuk saya di Bogor. Mengapa saya memilih ASUS? Karena harganya masuk akal, bahkan cenderung murah dengan spesifikasi yang sudah mumpuni. 

Asus Vivo Aio V230IC with Intel Core i5 Processor adalah pilihan saya.
Asus Vivo Aio V230IC adalah ASUS All-in-one PC yang berbasis Intel Processor menggunakan teknologi terkini yang dapat mendukung operasional Rumah Baca Trenggalek. 

Ini dia wujudnya.

Vivo AiO performance

Seri ASUS Vivo AiO adalah PC All-in-One yang memiliki keunggulan dari segi display, prosesor, grafis, penyimpanan, memori dan banyak lagi, dengan didukung desain yang ramping. Asus V230IC dilengkai prosesor sangat terbaru dan upgrade grafis, pengalaman komputasi yang kuat. Asus V230IC didukung dengan 10-point multitouch display, tampilan ultraslim dan namun kokoh elegan berlapis metal. Selain itu, Asus V230IC bersifat multifungsi dengan pengisian nirkabel dan kemampuan NFC yang tersedia sebagai pilihan. Asus memang didesain agar hemat ruang, dapat bekerja mandiri tanpa tergantung dengan gadget yang lain sehingga membuatnya lebih mudah dan praktis.

Didukung oleh generasi ke-6 prosesor Intel® Core ™ i7 terbaru, Seri V230IC membutuhkan lebih sedikit energi, namun tetap memberikan performa yang luar biasa. Asus V230IC mampu multitasking tanpa hambatan. Kita bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus. 

ASUS All-in-One PC V230IC terdiri atas pilihan dua solusi grafis premium, yaitu dari Intel untuk kecepatan grafis yang terintegrasi, atau grafis NVIDIA® GeForce 930 m yang berkinerja lebih cepat untuk tugas-tugas yang lebih sulit. Dengan ASUS V230IC, saya akan dapat melihat dan membuat video HD lebih cepat. 



Vivo AiO touch screen 
ASUS All-in-One PC V230IC adalah yang pertama memiliki touchscreen yang sensitif dan cukup akurat sehingga memungkinkan kita  menggunakan pena stylus untuk menggambar atau menulis.
ASUS All-in-One PC Series merupakan inovasi teknologi di layar sentuh yang interaktif, dengan kemampuan penuh hingga dapat disentuh oleh 10-jari secara bersamaan. Pinch-to-zoom, memutar gambar dan menelusuri halaman web, semua dapat dilakukan dengan mudah. Dengan teknologi layar sentuh, V230IC memberikan akurasi yang luar biasa, kontrol mudah dengan OS Windows 10, dan pengalaman sentuhan yang optimal. Touchscreen halus dan responsif membuat sentuhan, scrolling, dan semua gerakan lainnya lebih cepat, lebih intuitif, dan sangat menyenangkan.

USB 3.1 hadir di ASUS agar memudahkan cara transfer data yang terbaru. Hal ini dapat mempercepat PC yang lebih cepat dari sebelumnya, kita akan mengalami transfer secara kilat dengan kecepatan hingga 2 kali lebih cepat dari USB 3.0.Dual-band 802.11ac ultra cepat dengan Wi-Fi memungkinkan Vivo AiO untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan kecepatan terbaik, dan dengan sedikit gangguan. Dan dengan kecepatan maksimal 867 Mbit / s, sama saja menyerupai secepat jaringan kabel. HDMI output port memungkinkan menghubungkan Vivo AiO ke HDTV untuk upgrade hiburan. Kabel HDMI mentransmisikan sinyal audio dan video dalam satu kabel bukannya memisahkan dua sinyal.  


Kesimpulannya, Asus All-in-One PC  memiliki kelebihan : 
  1. Kekuatan komputasinya dapat menunjang bisnis tradisional dengan teknologi terkini berupa layar sentuh 10 jari, koneksi port serial (COM), modul NFC dan pembaca Smart Card untuk mendukung aplikasi bisnis. 
  2. Bodinya ramping dan kompak, menjadikan produk ini sempurna untuk bisnis yang memiliki      keterbatasan ruang area kerja
Rencana penggunaan Asus All in One PC  di Rumah Baca Trenggalek :
  • Pengembangan data koleksi buku perpustakaan
  • Pengembanhan data koleksi buku digital
  • Pengembangan data koleksi buku yang dijual
  • Pengembangan dan pemetaan data pengunjung. Nantinya bisa untuk melihat kebutuhan pengunjung.
  • Aneka E-book yang bisa diakses langsung dengan Asus All in One PC.
  • Aneka link perpustakaan digital di seluruh dunia
  • Keleluasaan untuk web searching. 
Penggunaan Asus All In One PC untuk pengunjung :
  • Pengunjung bisa mencari dan membaca buku digital atau searching informasi umum di web namun dengan dibatasi hanya pada konten positif.
  • Pengunjung dikenakan biaya yang murah per jam nya
  • Masing-masing pengunjung hanya bisa menggunakan maksimal 2 jam, untuk kemudian digantikan oleh pengunjung berikutnya.  
Penggunaan Asus All In One PC untuk administrator:
  • Admin bertugas mendata koleksi buku, buku yang dipinjam per hari dan data pengunjung.
  • Admin bertugas melaporkan progress dan kondisi harian Rumah Baca
  • Admin bertugas melayani pengunjung dengan ramah apabila pengunjung menemukan masalah saat menggunakan Asus All In One PC.
Semoga impian ini terwujud. Bisnis yang tak hanya mengejar profit. Bisnis yang bertujuan untuk membangun kampung halaman tercinta. 

Sumber :
Instagram Bpk. Emil Dardak,  Ibu Arumi Bachsin dan I Love Trenggalek
https://www.asus.com/id/AllinOne-PCs/Vivo-AiO-V230IC/ 

5 comments:

  1. I love Trenggalek. Semoga makin maju

    ReplyDelete
  2. mantap makin melek internet nih Trenggalek :)

    ReplyDelete
  3. emang bener yak, saat ini perkembangan internet sangat pesat bahkan bisa menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat.. btw. kota trenggalek mantap pisan :)

    ReplyDelete
  4. g nyangka bisa sekeren itu trenggalek. sipppp

    ReplyDelete
  5. Semogaaa bisa terwujudd ya mbaaak rumah baca untuk trenggaleknya. Supaya budaya membaca kian lestari 😊

    ReplyDelete

Sharing yuk pengalaman anda :)