Laptop 2in1, Investasi Produktif untuk Working Mom


Manusia memang tidak pernah puas. Begitupun dengan keinginan membeli gadget. Saya pernah sok-sokan berjanji, dengan smartphone high end saja sudah tidak perlu kamera dan leptop lagi. Tapi nyatanya?

Setelah dirasa-rasa cukup lama, akhirnya saya mengakui butuh leptop untuk menunjang pekerjaan (dan hiburan).  Untuk menulis blog saya memang terbiasa dari smartphone, tapi ternyata butuh melihat tampilannya di desktop seperti apa. Karena sering kejadiannya gini, sewaktu saya lihat di smartphone udah oke, eh, ternyata pas dilihat dari leptop fotonya masih berantakan, ada yang rata kiri  dan ada yang center. Itu alasan pertama.

Kedua, saya juga butuh penyimpanan yang lebih besar. Ketiga, saya butuh personal leptop, tidak saya dapatkan dari desktop kantor. Keempat, saya pengen gaya. Kelima, saya pengen menekuni desain ala-ala sekedarnya (yang ini entah kapan) hahahaha.

Keinginan membeli leptop baru semakin kuat. Semula saya pengen banget beli yang bergambar "apel kroak" itu, tapi setelah mempertimbangkan spesifikasi dan harganya, kok ASUS ZenBook Flip UX360CA lebih menarik ya. Artinya dengan spesifikasi setara, saya bisa membelinya dengan budget setengahnya.


Ini adalah leptop kedua yang saya beli. Sebelumnya adalah leptop Samsung 10 inch warna kuning yang saya beli tahun 2010 dari keringat menulis dan mendapatkan uang 3 juta dari Lomba Menulis Sariwangi. Total, semua uangnya saya beliin leptop. Padahal waktu itu kondisi perekonomian masih prihatin,  buat beli susu anak. Tapi saya nekat beli leptop dengan alasan untuk modal menulis dan ngeblog. Alhamdulillah, balik modal puluhan kali lipat.

Kembali ke ASUS. Setelah pilih-pilih model (ini sangat penting buat emak) dan mempertimbangkan spesifikasi, akhirnya saya memilih ASUS ZenBook Flip UX360CA. Semula kepengen yang warna gold. Tapi stock di toko tak ada. Harus indent. Ya saya akhirnya memilih abu-abu tua yang juga elegan. Zenfone circlenya bikin keren, gitu komentar salah seorang teman pas lihat saya pamerin di facebook. HIhihi..pamer.

Tabungan saya tersedot cukup besar , yaitu Rp. 13.500.000 untuk ASUS ZenBook Flip UX360CA. Itupun belinya 2 tahun lalu, November 2016. (Belinya kapaaan,  baru dicurhatin sekarang -_- )

Soal spesifikasi sudah pasti oke, didukung dengan prosesor Intel® Core™ M 6Y30 Processor,  OSWindows 10 Home, Integrated Intel HD Graphics 515, RAM 8 GB dan Kapasitas Memory 500 GB dan touchscreen. Di sini saya mau menambahkan kebisaan lain dari ASUS ZenBook Flip UX360CA ini.  Yaitu bisa banget diajak akrobat. Kayak gini nih!

Dengan bangga saya menentengnya kemana-mana, karena beratnya ringan dan GAYA ! Hihihi.. Beratnya yaitu 1.3 kg. Ukuran 13,3 inch. Masuk ke ransel atau tote bag yang besar. Tipis, setipis pulpen, jadi tidak menyita space tas. Masih bisa bawa kosmetik, tongsis, dompet, payung dan printilan emak lainnya. Kalau sore, tas saya masih muat dimasuki bungkusan nasi dan lauk buat dinner di rumah. #eh.

ASUS ZenBook Flip UX360CA ini keluaran premium dari Asus. Nama ZenBook adalah kebanggaan ASUS. Leptop ini memadukan kenyamanan dan fleksibilitas dari layar yang dapat diputar hingga 360°. Bahannya dari aluminium padat, yang diselimuti dengan sentuhan logam metal yang diasah hingga mencapai ketipisan hanya 13.9mm, serta berat hanya 1.3kg. Dengan pola iconic dari Zen - inspired yang membentuk sebuah lingkaran concentric, ZenBook Flip. Sebenarnya ada 2 pilihan warna yang memukau, yaitu Gold Icicle dan Mineral Grey. Punya saya yang Grey.

Sesuai fungsinya untuk mobile, leptop ini memiliki ketahanan baterai yang sanggup bertahan hingga 12 jam. Saya cukup recharge di pagi hari sampai full. Tanpa perlu membawa kabel charger, saya percaya diri membawa leptop ini untuk meeting seharian. Nggak berat-beratin tas deh.

Lagi-lagi, aya pamerin gaya akrobatik ASUS ZenBook Flip UX360CA saat ikut seminar.



Ngomong-ngomong, dengan spesifikasi oke, pastinya bebas hang dan membuka program beratpun tetap lancar. Contohnya apa? Saya sih pakai Adobe Photoshop untuk menghaluskan foto wajah. Lancar tuh, penyimpanan cepat. Saya juga unduh movie maker, lancar juga.Tapi yang pakai asisten saya, pas lagi butuh edit video, soalnya saya belum mahir menggunakannya hehehe. Saya sih pakai untuk nonton Drama Korea, wkwkwk. Semuanya lancar.

Quote Emak Gadget :
"Terus belajar menggunakan software ya,
biar tidak hanya gadgetnya yang canggih ,
SDM nya juga harus canggih"

Comments

  1. Gak papalah telat direview. Daripada enggak.
    Untuk pemilihan laptop, berat benda jadi salah satu pertimbangan apalagi kerjaanku sambil ngider-ngider. Bawa di atas 1 kg, lama-lama bisa bikin pundak encok hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. Kalau masih muda sih gapapa berat dikit wkwkwkw

      Delete
  2. Laptop ini menggoda banget, untung saya gak lagi hamil. Bisa berabe kalau ngidam nggak keturutan. Kalau nulisnya udah selevel Mbak Arin mah, cocok! Kalau saya mupeng(dot)com dl aja kali yak😁😁

    ReplyDelete
  3. Kalo ei cari leptop kriterianya : kecil (ukuran screen 11-12 inch), enteng, spek-nya mencukupi kebutuhan, harga ...
    Tapi belakangan udah susah cari yang ukuran screen 11-12 inch hiks ...

    ReplyDelete
  4. Mak aku naksir laptop ini, tapi tanya dulu, itu kalo keseringan kondisi flipped - diputer 360° layarnya sehingga posisi keyboard jadi tertekan nempel meja itu aman ga sih? Makasih

    ReplyDelete
  5. Tadinya mau ikutan nulis tentang laptop ini juga.
    Tapi berhubung mbak Arin ikutan, jadi aku cukup komen dan melambaikan tangan ke kamera aja .... Hehehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Sharing yuk pengalaman anda :)