Pilih Liburan atau Beli Gadget ?

Setelah kebutuhan pokok dan kebutuhan penting terpenuhi, ada dua kebutuhan skunder yang sering bikin saya dan suami harus berargumen. Keduanya menyangkut hobi. Tepatnya hobi utama yang amat sangat prioritas sehingga kadang rela menghemat pos lain agar terpenuhi. Yang satu (saya) sangat butuh liburan keluarga. Yang satu lagi (suami) suka banget beli gadget, baik gadget baru maupun bekas. 

“Dana 3 juta mending buat beli tiket kereta api ke Yogya, Mas,” kata saya. 

“Waaah, 3 juta sudah bisa dapat smartphone middle end dengan kamera dual cam yang bisa bikin bokeh itu, Dik. Nanti foto-foto kita makin kece,” kata suami. 

Agar tidak terjadi perang dunia ketiga, maka antara budget liburan dan budget beli gadget harus diselaraskan dan dikompromikan. Katakanlah, liburan itu tidak bisa setiap saat, paling setahun dua kali saat liburan sekolah akhir tahun dan saat mudik lebaran. Sedangkan gadget, nah ini cukup sering datang hasrat untuk memilikinya. Tahu sendiri kan, gadget sekarang ini sudah kayak fashion, sering muncul model barunya. Hadeeeuh. 

Drama liburan ala keluarga saya ini ternyata sudah dibuat film singkatnya lho ! Yaitu sebuah film pendek berseri dengan genre komedi situasi (sitkom) “Keluarga Surya”. Hihihi, pastinya bukan karena kisah saya ‘booming’ lantas difilmkan, bukaaan. Ini hanya kebetulan saja apa yang jadi drama di keluarga saya jamak terjadi pada keluarga-keluarga Indonesia. 

Keluarga Surya ini menggambarkan keluarga muda Ayah, Ibu dengan dua anak. Persoalan mereka tak jauh-jauh dari soal mengelola keuangan dalam berbagai aspek kehidupan. Sudah ada 4 seri hingga saat ini. Seri 1 tentang THR (Tunjangan Hari Raya), Seri 2 tentang Wakaf, Seri 3 tentang Piala Dunia dan Seri 4 tentang Drama Liburan. Nah lho! 

Keluarga Surya the series” dirilis Sun Life Finansial Indonesia pada channel Youtube-nya bikin saya dan suami ngikik-ngikik berdua, terus pandang-pandangan dan saling tunjuk. 


Pak Surya, Pak Surya. Kok mirip saya banget ya. Mau liburan ternyata banyak dramanya yak Keluarga Surya ini. Jadi ingat diri sendiri sudah bertahun-tahun ingin ke negeri tetangga pas Ayahnya rapat, eh belum kesampaian sampai sekarang. Maksudnya biar bisa nebeng hotel, dan minimal satu tiket pesawat PP sudah ditanggung kantor karena memang dalam rangka dinas. 

"Ntar aja diluangkan waktu khusus liburan" kata suami. “Masa, aku kerja meeting seharian di ruangan yang membosankan, kalian malah asyik liburan” 

“Ya enggak apa-apa sih, Mas. Aku dan anak-anak bisa kok jalan-jalan sendiri. Kan gampang sekarang mah kemana-mana ada peta online. Transportasinya juga bisa naik taxi.” Saya maksa. Enggak peduli penderitaan yang bakal meeting demi hasrat liburan terpenuhi. Hihihi.. 

“Lagian say, kalau liburan bisa hemat, kan dirimu bisa beli gadget baru,” tambah saya. Giliran nyebut gadget, usul tersebut langsung dicatat dalam daftar prioritas. Iyess! 

Tapi untuk selanjutnya kan tidak mungkin liburan berbarengan dengan suami saat kerja luar kota atau luar negeri. Ya kali kantor pun libur saat musim libur tiba. Bagaimanapun, liburan keluarga harus direncanakan. Semakin matang perencanaan, semakin hemat budget liburan. 

Dalam pikiran saya, hal-hal berikut yang harus direncanakan dalam liburan keluarga : 

1. Menabung khusus dana untuk liburan. Sisihkan dari belanja bulanan sejumlah dana secara rutin pada tabungan khusus yang diniatkan untuk liburan keluarga. Katakanlah, sebulan Rp.500.000,- maka dalam setahun terkumpul Rp. 6.000.000. 

2. Tentukan destinasi wisata dan itinerary dari dana yang terkumpul pada masa tabungan akan diambil. Jika pada saat itu ada dana tambahan lagi, silakan ditambah. Sesuaikan destinasi wisata dengan kemampuan, sehingga nantinya saat pulang liburan, kantong tidak jebol. 

3. Pikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk berhemat, misalnya, membawa baju yang cukup agar tidak beli mendadak di tempat wisata, atau cari tiket promo jauh-jauh hari. Bisa juga dengan mencari hotel budget yang sekarang ini banyak dan bisa dilihat dari aplikasi mobile. 

4. Tidak ada salahnya menggunakan jasa travel agen wisata yang terpercaya. Cara ini menghemat biaya keliling-keliling dan salah tempat / nyasar untuk mereka yang baru pertama kali bepergian ke tempat tersebut. Agen travel biasanya punya penawaran-penawaran paket hemat yang sudah mencakup banyak titik wisata. 

5. Bikin foto dengan menyebut nama teman-teman yang biasanya suka meminta dibelikan oleh-oleh. Enggak murah lho biaya oleh-oleh. Coba deh, diganti dengan foto secarik kertas bertuliskan nama mereka “Dear, Sonia, hopefully you’ll be here soon” di lokasi wisata. Pasti deh yang bersangkutan senang dan sudah merasa mendapatkan oleh-oleh yang mengesankan. Dan, bebas biaya. Hihi..
Dapat kiriman ini dari teman yang ke Korea, langsung melayang deh..

6. Jika liburan adalah bagian dari kebutuhan rutin keluarga, tidak ada salahnya mencoba konsultasi dengan perencana keuangan Sun Life Finansial. Coba masuk ke webnya dan search perencanaan keuangan. Akan ada form yang perlu diisi alamat email dan nomor hp. Nantinya tim Sun Life akan menghubungi kita. 

Jadi pilih liburan atau beli gadget? Kalau bisa dua-duanya kenapa enggak? Liburan hemat = gadget baru.

Liburan juga butuh foto-foto dan video kece kali, artinya butuh gadget yang mumpuni untuk hasil yang bagus. Liburan terlaksana, gadget pun baru. Klop deh. 


Comments

  1. Sirik ah... Pak Surya bisa ajak keluarganya jalan2 pas raker. Suamiku udah melanglang buana jalan2 ke luar negeri ga boleh bawa keluarga, hahaha. Gagal nebeng liburan :D

    ReplyDelete
  2. Eh kok sama ya, dilemma beli gadget atau Liburan. Suka sedih kalau udah harus milih gitu. Apalagi gadget bagus berguna until mendokumentasikan Liburan. Akhirnya jalan keluarnya , Liburan dulu, dokumentasikan pakai gadget lama, kalau bisa menghasilkan foto/video yang komersil buat modal beli gadget baru. Hahhaa

    ReplyDelete
  3. saya mau dua-duanya mba, suatu pilihan yang susah karena menarik sekali. kan jadi klo pas liburan dengan gadget baru bisa buat foto dan rekam video

    ReplyDelete
  4. aku juga pingin banget punya smartphone yang kameranya canggih ada bokeh-bokehnya, tapi udah lama nggak liburan. Haha galau. Tapi kayaknya lebih ke hape dulu sih, biar foto liburannya maksimal..ihihi

    ReplyDelete
  5. emang iya neh, suka mikir gitu, beli hape baru apa liburan hahaha, apalagi aku lagi pengen punya hape baru. tapi ya diatur2 lagi budgetingnya dan cusss jalan2.

    ReplyDelete
  6. aku bingung, dua-duanya ga pernah dianggarkan karena ga ada anggaran hahaha

    ReplyDelete
  7. Kalau saya pilih beli gadget dulu mba, hehehe
    Btw, saya juga tertantang untuk mengelola kebutuhan primer dan sekunder dari dana yang ada.
    Kalau dananya berlebihan sih gak masalah, tapi kalau dikit hiks

    ReplyDelete

Post a Comment

Sharing yuk pengalaman anda :)